KEDUA, SERUAN KESELAMATAN BAGI PENJAHAT BESAR

Jl. Sidahapintu No 1B
Parapat - Danau Toba

(0625) 455 9050
info@stttrinity.com

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Luk. 23:43)  
 
1. Pada ucapan pertama, kita telah melihat doa syafaat Tuhan Yesus bagi semua orang. “Ya Bapa, ampunilah mereka...”. Barangkali, ada yang masih bergumul dan bertanya, “Siapa sajakah yang termasuk dalam doa pengampunan tsb? Apakah termasuk orang-orang  yang  sedemikian jahat dan memberontak? Jikalau ada yang masih bergumul apakah Tuhan Yesus sungguh-sungguh mau mengampuni dirinya, maka seruan kedua tsb di atas sangat baik untuk direnungkan dan dicamkan.

2. Kalimat tsb di atas, merupakan jawaban  Tuhan Yesus kepada penjahat yang disalibkan, yang berada di sebelah kanan Tuhan Yesus. "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Luk. 23:42).  

3. Mengapa penjahat itu tergerak berdoa demikian? Ada kemungkinan, doa itu muncul  setelah mendengar doa syafaat Tuhan Yesus tsb di atas. Barangkali, di kayu Salib itu hatinya terbuka oleh pekerjaan Roh Kudus. Karena itu, dia menyadari segala dosa-dosanya selama ini. Di pihak lain, dia menyadari bahwa baginya tidak ada lagi harapan untuk melanjutkan hidupnya di dunia ini. Lalu bagaimana dengan kehidupan selanjutnya?  Jika sebelumnya, ketika dia masih sehat dapat bermain-main dengan dosanya, maka saat itu, saat di salibkan merupakan  saat terakhir di mana dia memiliki kesempatan untuk mengubah dirinya. Dan dia menggunakan kesempatan itu., dan berdoa memohon pengampunan: “Yesus, ingatlah akan aku...”.

4. Apa hasilnya? Doanya terjawab. Saat itu juga Tuhan Yesus menjanjikan Firdaus, keselamatan yang pasti. Jadi, apa yang dikatakan Tuhan Yesus pada ucapan pertama, benar adanya. Doa Tuhan Yesus, memang sungguh-sungguh. Dia memang memohon pengampunan bagi semua orang, termasuk penjahat besar yang disalibkan itu.

5. Kalimat di atas menunjukkan banyak hal penting. Salah satunya adalah, semua umat manusia yang berdosa,  tidak perlu ragu akan pengampunan yang diberikanNya. Pada umumnya, pergumulan orang berdosa adalah adanya keraguan apakah Allah masih mau mengampuni dan menerima dirinya yang sedemikian najis dan hina. Karena itu, sekali pun teman, majelis atau pendeta telah memberitakan pengampunan, namun tetap ragu. Tetapi dengan merenungkan seruan pengampunan Yesus tsb di atas secara sungguh-sungguh,  keraguan orang tsb akan mampu dihalaukan.  

6. Mengapa? Adakah alasan yang kuat untuk  yakin bagi pendosa besar?  Sabda Tuhan Yesus  tsb meyakinkan kita semua. Jikalau kepada orang-orang yang sedemikian jahat dan sadis, Tuhan Yesus masih memberi pengampunan dan berdoa syafaat, terlebih lagi kepada kita, yang mungkin tidak melakukan dosa dan pemberontakan  seperti  penjahat  yang disalibkan itu. Mari kita  ingat kenyataan ini. Orang pertama yang sudah pasti masuk surga dalam Perjanjian Baru adalah penjahat yang disalibkan itu.
Karena itu, biarlah kita juga seperti penjahat yang  disalibkan di sebelah Kanan Tuhan Yesus tsb. Sekali pun kita menyadari akan segala dosa dan pelanggaran kita, namun kita tidak membiarkan diri kita terus  larut dalam rasa bersalah dan menjauh dari Tuhan.

7. Kiranya  sabda Tuhan tsb, yang menjamin keselamatan dan hidup kekal, mendorong kita juga untuk berani berdoa dan memohon ampun kepadaNya. Marilah kita sungguh-sungguh yakin bahwa Dia sanggup mengampuni dan menyelamatkan kita, memberikan kita hidup yang kekal. Itulah pemberian dan anugerah terbesar dalam hidup kita. Itulah kemenangan yang jauh lebih besar  dari semua kemenangan yang mungkin dapat kita raih di dunia ini: KEMENANGAN KEKAL, YANG TIDAK MUNGKIN DAPAT DIRAMPAS OLEH SIAPAPUN (YOH.10:17-18).

SOLI DEO GLORIA.