Artikel STT Trinity

Jl. Sidahapintu No 1B
Parapat - Danau Toba

(0625) 455 9050
info@stttrinity.com

Tradisi prosesi salib yang tiap tahun dilakukan mahasiswa/I STT Trinity, pagi tadi kembali dilakukan mulai dari Kampus lama (B) mengelilingi kota Parapat ke Kampus baru (A).

Semua dilakukan sambil merenungkan ulang pengorbanan Tuhan Yesus.

Kiranya itu menjadi berkat bagi semua umat yang menyaksikan.

"Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat.27:46).

1. Sejujur-jujurnya, dari seluruh kalimat Yesus di kayu Salib, kalimat di atas merupakan kalimat yang paling menyedihkan dan mengerikan.  Itulah sebabnya, saya mengerti jika seorang hamba Tuhan yang sangat senior pernah berkhotbah,  “Belum pernah saya mampu mengkhotbahkan ucapan keempat itu tanpa terharu dan mencucurkan air mata”.
 
2. Bagaimanakah kita memahami seruan keempat tsb? Dengan jelas Dia memanggil Allah dengan “AllahKu, AllahKu”. Lalu dengan jelas pula dikatakan bahwa Allah meninggalkanNya. Akibatnya, tidak sedikit orang yang salah mengerti akan ucapan tsb.

3. Mengapa Dia menyapa dengan cara itu?  Mengapa menyapa Allah bukan dengan “Bapa” sebagaimana ucapan pertama dan terakhir? Dari tujuh ucapan Yesus di atas kayu Salib, ada tiga yang berbentuk doa, yaitu: yang pertama, keempat dan ketujuh. Ucapan pertama dan ketujuh Tuhan Yesus menyapa dengan “Bapa”.  Mengapa kali keempat ini Yesus memanggil dengan “AllahKu”? Kita tidak boleh salahmengerti kalimat tsb, seperti aliran Saksi Jehova  yang mengatakan bahwa itu adalah bukti bahwa Yesus bukan Allah.